Pada Rabu pagi, 26 Agustus, longsor besar es gletser dan bebatuan di wilayah perbatasan China-Nepal mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor yang dahsyat. Peristiwa ini berdampak pada distrik Rasuwa dan Nuwakot di Nepal serta Kabupaten Gyirong di Tibet, Tiongkok.
Sebagian besar ujung gletser runtuh di ketinggian tinggi dan menghantam Sungai Lhende, menyebabkan banjir penuh puing yang meluap melampaui tepi sungai dan mengalir deras ke hilir.
Hal ini menyebabkan kerusakan parah bagi penduduk di sepanjang perbatasan Himalaya, baik di Tibet maupun Nepal, menghancurkan jalan, bangunan, jembatan, fasilitas pembangkit listrik tenaga air, dan infrastruktur perbatasan.
Hingga tanggal 28 Agustus, telah dikonfirmasi sekitar 470 korban tewas. Sebanyak 1.400 orang lainnya masih hilang, termasuk ratusan warga asing dari India dan negara-negara lain.
Salah satu kekhawatiran utama saat ini adalah risiko banjir tambahan di hilir. Puing-puing tanah longsor awal telah membentuk danau-danau penghalang di mana air terus terkumpul dan naik. Danau-danau ini mulai meluap, sehingga operasi penyelamatan harus dihentikan sementara.
Oleh karena itu, kami mengusulkan meditasi berikut ini untuk memberikan dukungan energi kepada daerah-daerah yang terdampak di China dan Nepal, agar situasi darurat yang disebabkan oleh tanah longsor ini dan dampaknya dapat disembuhkan dan diselesaikan secepat mungkin.
Kami akan melakukan meditasi ini setiap 4 jam selama 3 hari ke depan pada waktu-waktu berikut:
- 07:45 WIB
- 11:45 WIB
- 15:45 WIB
- 19:45 WIB
- 23:45 WIB
- 03:45 WIB
Setelah itu, kita akan melakukan meditasi ini setiap hari pada pukul 18:45 WIB.
Instruksi (Disarankan meluangkan waktu 15 menit untuk meditasi ini):
1. Gunakan cara Anda sendiri untuk menyantaikan diri.
2. Nyatakan niat: Saya gunakan meditasi ini sebagai sarana untuk membawa penyembuhan ke dalam situasi di seluruh wilayah yang terdampak banjir di China dan Nepal.
3. Panggil Api Ungu dari sumber utamanya untuk membentuk lingkaran perlindungan di sekeliling Anda selama dan setelah meditasi. Mintalah untuk mengubah segala sesuatu yang tidak mendukung Cahaya.
4. Bayangkan sebuah pilar Cahaya berwarna pelangi, memancar dari Matahari Pusat Galaksi, lalu turun melalui tubuh Anda dan masuk jauh ke dalam pusat Bumi.
5. Bayangkan Cahaya ini mengalir melalui hati Anda, lalu melalui tangan Anda langsung ke semua orang di wilayah-wilayah terdampak di China dan Nepal. Bayangkan Cahaya ini memberikan dukungan energi kepada semua pekerja dan relawan yang berpartisipasi dalam pembersihan dan pemulihan bangunan serta infrastruktur yang rusak, serta dalam pengumpulan pasokan darurat bagi mereka yang membutuhkan. Kemudian, bayangkan Cahaya ini menghilangkan hambatan dan komplikasi di semua wilayah agar rekonstruksi dan pemulihan wilayah-wilayah terdampak di China dan Nepal dapat dilakukan secepat mungkin. Biarkan Cahaya pelangi ini mengalir ke seluruh wilayah yang terkena banjir, menyeimbangkan ketinggian air di semua sungai dan anak sungai, dan mencegah terjadinya longsor susulan.
6. Mintalah Hadirat Dewi (Aspek Feminin Ilahi) untuk mengarahkan energi belas kasih, penghiburan, kedamaian, dan harmoni kepada semua orang di wilayah-wilayah terdampak di China dan Nepal yang telah mengalami kerugian materi, kehilangan harta benda atau kerabat, atau masih merindukan hewan peliharaan mereka, agar memberikan mereka kekuatan dan harapan baru. Biarkan energi-energi ini mengalir ke seluruh wilayah yang terdampak banjir dan menyelaraskan semua pola energi penduduk setelah mengalami bencana ini. Bayangkan energi-energi Dewi menginspirasi semua orang agar turut membantu sebisa mungkin. Biarkan energi-energi ini terus mengalir melalui hati Anda, lalu melalui tangan Anda ke dalam situasi-situasi tersebut selama beberapa menit. Bayangkan tidak lagi terjadi banjir di China dan Nepal, dan orang-orang dapat kembali ke kehidupan normal secepat mungkin.
Dewi ingin damai, damai pasti terjadi.
Sumber:https://www.welovemassmeditation.com/2026/08/meditation-to-heal-damage-of-the-china-nepal-boarder-floods.html


No comments:
Post a Comment