Pada akhir September 2026, aksi protes mulai meletus di pinggiran kota Paris. Sejak saat itu, demonstrasi berskala lebih besar terkait biaya hidup, pendidikan, dan layanan publik telah berlangsung di seluruh Prancis. Aksi-aksi protes serupa terkait isu-isu yang sama juga terjadi di beberapa negara Eropa lainnya, termasuk Portugal, Italia, Belgia, dan Albania.
https://www.theguardian.com/world/2026/oct/18/europe-protests-france-spain-portugal-2026-explainer
Prancis
Pada tanggal 17 September, guru-guru melakukan mogok kerja sebagai protes atas kekurangan parah tenaga pengajar dan kondisi kerja yang buruk di Lycée Saint-Exupéry (juga dikenal sebagai Antoine-de-Saint-Exupéry) di Créteil, sebuah pinggiran kota Paris.
https://en.wikipedia.org/wiki/2026_French_student_protests
Sekitar tanggal 21 September, para siswa ikut bergabung dalam aksi tersebut. Mereka menyuarakan keprihatinan terkait lowongan guru yang belum terisi, kelas yang terlalu padat, jadwal pelajaran yang padat, serta fasilitas yang semakin rusak. Para siswa mendirikan barikade di pintu masuk sekolah menggunakan tempat sampah dan penghalang lainnya.
Aksi tersebut dengan cepat menyebar ke sekolah-sekolah lain di wilayah Paris yang menghadapi masalah serupa. Aksi itu kemudian meluas menjadi protes berskala nasional yang lebih besar terkait pendidikan, biaya hidup, dan layanan publik.
https://www.cbc.ca/news/world/french-student-protests-whats-happening-explainer-9.7371998
Aksi protes pada 6 Oktober diperkirakan diikuti oleh 250.000 orang, meskipun beberapa penyelenggara memperkirakan angka yang lebih tinggi. Aksi protes pada 17 Oktober diperkirakan diikuti oleh 550.000 orang menurut Kementerian Dalam Negeri, sementara serikat pekerja dan penyelenggara memperkirakan jumlahnya mencapai 800.000 orang, termasuk sekitar 110.000 orang di Paris.
Meskipun banyak aksi unjuk rasa tersebut berlangsung damai, kekerasan meletus di beberapa kota, termasuk Paris, Marseille, Lyon, Limoges, Bordeaux, dan Lille. Ada laporan mengenai pembakaran, penjarahan toko, serangan terhadap gedung-gedung publik, serta bentrokan dengan polisi yang melibatkan pelemparan benda-benda tajam dan kembang api. Lebih dari 2.300 orang ditangkap dan hampir 1.000 petugas polisi terluka. Juga terdapat laporan mengenai korban jiwa.
https://www.reuters.com/world/europe/france-faces-aftermath-worst-unrest-years-2026-10-18/
Spanyol
Serangkaian aksi protes perumahan dimulai di Spanyol dikarenakan kasus pengusiran yang menjadi sorotan publik pada 23 September terhadap seorang wanita berusia 87 tahun dari rumahnya, setelah sewa rumahnya dinaikkan 230% oleh pihak dana investasi. Para pengunjuk rasa menuntut penegakan hak atas perumahan, akses ke hunian terjangkau, serta perlindungan lebih besar bagi penyewa terhadap kenaikan sewa yang tajam.
Maricarmen Abascal kemudian meninggal di rumah sakit, dan kematiannya memicu protes lebih lanjut.
https://en.wikipedia.org/wiki/2026_Spanish_housing_protests
Portugal
Aksi protes serupa terkait perumahan juga terjadi di Lisbon dan kota-kota lain, dengan partisipasi puluhan ribu orang. Harga rumah di Portugal naik 124% antara tahun 2015 dan 2024, kira-kira dua kali lipat lebih cepat daripada rata-rata Uni Eropa.
Italia
Di Milan, aksi protes 17 Oktober terkait biaya hidup awalnya berlangsung damai, namun kemudian disertai bentrokan. Sekelompok orang bertopeng melemparkan batu dan benda-benda lain ke arah polisi serta membakar barikade.
Belgia
Para mahasiswa menggelar aksi protes di Brussel dan Liège terkait biaya pendidikan dan isu-isu terkait.
Albania
Aksi protes terhadap Perdana Menteri Edi Rama terus berlanjut. Para peserta mengemukakan kekhawatiran terkait korupsi, lapangan kerja, dan standar pendidikan.
Aksi-aksi protes ini mencerminkan frustrasi yang meluas oleh sebab inflasi, keterjangkauan perumahan, layanan publik yang tertekan, serta tekanan ekonomi di beberapa wilayah Eropa.
Meskipun sebagian besar peserta bertindak damai, telah terjadi tindakan kekerasan yang signifikan oleh kelompok-kelompok kecil. Hal ini berisiko memicu kekacauan yang lebih luas dan dapat berdampak pada banyak orang di seluruh Eropa.
Oleh karena itu, kami akan menyelenggarakan sesi meditasi untuk membantu menenangkan situasi agar aksi protes tetap damai dan menghasilkan hasil terbaik.
Kami akan mengadakan sesi meditasi ini setiap hari pukul 19.00 UTC / 02.00 WIB:
Anda juga dapat melakukan meditasi ini di lain waktu dan sesering yang Anda inginkan.
Instruksi
(Durasi yang disarankan untuk meditasi ini adalah 15 menit)
1. Gunakan cara Anda sendiri untuk menenangkan pikiran, jiwa dan raga.
2. Nyatakan niat untuk menggunakan meditasi ini sebagai sarana untuk mendatangkan kedamaian, penyembuhan, dan harmoni bagi masyarakat dan wilayah yang terdampak oleh aksi protes massal di Eropa, sehingga situasi ini dapat diselesaikan dengan cara terbaik.
3. Panggil Api Ungu dan Sinar Zamrud dari sumber utamanya untuk membentuk lingkaran perlindungan di sekeliling Anda selama dan setelah meditasi. Mintalah keduanya untuk mengubah segala sesuatu yang tidak mendukung Cahaya.
4. Bayangkan sebuah tiang Cahaya merah muda, memancar dari Matahari Pusat Galaksi, lalu turun melalui tubuh Anda dan masuk jauh ke dalam pusat Bumi.
5. Bayangkan Cahaya ini mengalir melalui hati Anda, lalu melalui tangan Anda, langsung menuju semua orang yang terdampak oleh demonstrasi massal di Eropa, menyatukan semua pihak, membawa kedamaian dan penyembuhan bagi masyarakat dan wilayah tersebut dengan cara sebaik mungkin. Biarkan Cahaya merah muda terus mengalir, menyembuhkan semua konflik lainnya di seluruh dunia.
6. Mintalah kehadiran Dewi (aspek Feminin Ilahi) untuk mengarahkan energi damai dan harmoni kepada masyarakat dan wilayah yang terdampak oleh demonstrasi massal di Eropa. Bayangkan daerah-daerah yang terdampak itu disembuhkan, dan masyarakat kembali ke kehidupan normal secepat mungkin, sehingga ada perdamaian yang langgeng di Eropa.
7. Biarkan energi-energi ini terus mengalir, menyembuhkan semua konflik lainnya di seluruh dunia. Biarkan energi-energi ini terus mengalir melalui hati Anda, lalu melalui tangan Anda ke dalam situasi-situasi tersebut selama beberapa menit.
Dewi ingin damai, damai pasti terjadi!
Sumber:https://www.welovemassmeditation.com/2026/10/meditation-to-help-calm-down-mass-protests-in-europe.html


No comments:
Post a Comment